Berita Hangat :

Kenangan di Jogja

ilustrasi
Beberapa gumpalan warna putih dari awan yang bergerak perlahan bercampur dengan biru cakrawala dilatar belakang, memperindah bauran warna yang tercipta diatas langit Yogyakarta.
Senja sore di Malioboro sangat ramai. Banyak orang yang sedang duduk-duduk didepan benteng Vredeburg, yang hanya berfoto-foto, dan ada juga yang sedang berbelanja.
Bayu terlihat sedang asik dengan kamera yang dibawanya. Kadang, raut wajahnya menunjukan kesenangan dan kadang juga menujukan kesedihan saat melihat foto-foto yang ada dikameranya.
Biasanya, ia bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam di Malioboro untuk hunting foto, berlibur, dan lain-lain.
Sore senja disudut Jogja
Terucap do'a, kau tahu isi hati ini
Dan bila itu tak terungkap
Tetap kunikmati, rasa jatuh cinta
Sendiri
Suara handphone Bayu berbunyi dan membuyarkan konsentrasinya. Nada itu masih sama seperti dulu, saat ia masih tersenyum mendengarnya.
Perempuan bernama Diandra -lah yang membuat Bayu tidak dapat mengganti nada dering itu. Diandra adalah perempuan yang ia sayang. Juga perempuan yang telah menghancurkan rasa sayangnya itu.
Bayu mengambil handphone disaku celananya, memencet tombol, dan menempatkan ditelinga kanannya.
"Hallo, ada apa, Wan?" Bayu memulai pembicaraan.
"Hallo, Bay. Lo ada dimana?"
"Gue di Malioboro, ada apa?" Sahut Bayu.
"Bisa balik ke kosan sekarang, ndak?"
"Mau apa emang?"
"Udah, kesini aja. Gak usah banyak tanya!"
Bayu menutup telepon itu, dan menyimpannya kembali ke saku celananya. Bayu seringkali menuruti kemauan Irwan, sahabatnya. Karena memang Irwan lah seorang sahabat yang paling mengerti bagaimana perasaan yang sedang dialaminya saat ini.
Bayu memasukan kameranya kedalam tas. Lalu menaiki motornya, menarik gas, dan melaju bersatu dengan kendaraan lain dijalan.
                                                   ***
"Ada apa sih, lo nyuruh gue kesini buru-buru?" Tanya Bayu, sedikit emosi. Sambil menaruh tasnya diatas meja dan duduk disebelah Irwan.
"Bay, lo masih inget sama mantan lo?"
Sekejap suasana menjadi hening. Yang ditanya hanya diam saja, seperti sedang mengingat lagi masa lalu yang telah lama hilang.
"Mantan yang mana?"
"Yahelah, emang lo punya mantan berapa sih? Diandra, Bay. Diandra! Masih inget?"
Suasana menjadi hening kembali. Bayu terlihat sedang membayangkan sesuatu yang telah lama ingin ia lupakan. Tapi, sesuatu itu selalu kembali dan melewat dipikirannya setiap kali dia mendengar sebuah nama "Diandra".
"Bay! Lo dengerin gue ngga, sih?" Irwan dengan nada keras, membuyarkan lamunan Bayu.
"Eh iya, Wan. Udah ah, gue cape. Gue mau istirahat dulu" sahut Bayu.
"Eh, bentar dulu. Maen nyelonong aja, sampeyan!" Irwan seraya menarik tangan Bayu agar kembali duduk.
"Ada apa lagi sih, Wan?"
"Nih, Bay. Tadi pagi, gue ketemu Diandra."
"Hah? Dimana, Wan?" Bayu mengernyitkan dahi.
"Tuh kan. Lo masih inget Diandra, ya? Ngaku deh lo!"
"Iya,masih"
"Bahkan lo pasti masih berharap dia kan?"
Bayu menatap Irwan dengan tajam dan menghela nafas.
"Ndak lah, Wan!"
Irwan hanya tertawa terbahak-bahak. Puas sekali ia menggoda sahabatnya itu.
"Mana mungkin kamu ketemu Diandra, Wan..Wan... Wis ah. Aku capek" Bayu beranjak dari kursinya dan melangkah menuju kamar yang bersebelahan dengan kamar Irwan.
"Dikandani ra percoyo, yasudah!" Irwan seraya mengambil remot dan memencet-mencet tombolnya.
                                                 ***
Keesokan harinya, Bayu berangkat ke sekolah. Biasanya, dia selalu mengendarai motor sport merahnya lewat jalan Malioboro.
Pagi-pagi, jalan Malioboro tidak ramai, tapi juga tidak terlalu sepi. Masih ada orang-orang yang sedang membereskan toko-tokonya, lari pagi, dan banyak kegiatan lain.
Selewat, Bayu mengingat sosok Diandra. Setiap kali melewat jalan Malioboro, Bayu selalu mengingat sosok perempuan itu. Banyak kenangan yang mereka alami bersama di Malioboro.
Dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ingin sekali ia melupakan perempuan itu. Tetapi, terlalu besar perasaan yang ia berikan kepada Diandra, membuat Bayu tidak dapat melupakannya.
Sampai disekolah, Bayu memarkirkan motornya dihalaman sekolahnya yang cukup luas.
"Woy!" Tiba-tiba sebuah tepukan tangan mendarat dipunduk Bayu.
"Eh elo, Wan. Ngagetin aja lo"
"Hehe, sorry, Bay. Kantin yuk!"
"Iya, bentar." Bayu membuka helmnya dan menyimpan di kaca spion kanan motornya. "Yuk!"
                                                  ***
Sekolah Bayu tidak terlalu mewah. Tapi, setiap sudut disekolah itu sangat bersih. Termasuk kantinnya. Itulah alasan mereka berdua menyukai kantin ketika disekolah.
Bayu mulai memasuki area kantin sekolah. Bau kantin itu mengingatkan kembali sosok Diandra. Dulu, Bayu pernah makan dengan Diandra dimeja yang paling pojok. Sampai sekarang, meja itu masih ada, posisinya masih tetap, dan masih menjadi meja favorit Bayu. Tetapi satu hal yang membuat beda "Tidak ada perempuan yang ia sayangi disamping Bayu". Ingin sekali dia pindah ke meja lain, tapi dia tak bisa melupakan kenangan masa lalunya yang menyenangkan dan berakhir menyedihkan.
Irwan memesan kopi susu dan duduk dimeja itu bersama Bayu.
"Wan..." Bayu memulai pembicaran
"Apa?"
"Aku kangen Diandra" Ucapan itu meluncur begitu saja tanpa Bayu pikirkan.
"Kenapa toh kamu, Bay? Diandra itu udah lama ninggalin kamu. Udah 6 bulan loh kamu ditinggal dia, Bay. Udah 6 bulan hidup kamu berantakan"
"Aku juga bingung, Wan"
Pelayan di kantin itu menghampiri Mereka, dan menyimpan kopi susu hangat yang masih mengeluarkan uapnya dimeja.
Irwan mengucapkan terimakasih pada pelayan itu, yang diucapkan hanya tersenyum dan kembali ke tempatnya.
"Kamu tuh aneh, yo. Harusnya, kamu itu udah move on. Bahkan harus move up. Kamu harus udah punya yang baru. Ndak usah mikirin Diandra terus!" Irwan menyeruput kopi susunya.
Bayu hanya terdiam, ia menatap kopi susu lalu menatap mata Irwan.
"Setiap kali aku ke Malioboro, ke kantin, kemana pun. Aku selalu teringat sama Diandra, Wan. Ibarat dia itu masih selalu ada disamping ku. Apalagi setiap kali aku masuk kelas, Wan."
Suara ruah-riuh dikantin begitu ramai. Ada yang makan, antre untuk memesan menu, dan ada juga yang hanya duduk untuk menikmati Wifi.
"Seharusnya, kamu udah jadi fotografer hebat, Bay! Harusnya, kamu sudah banyak jadwal motret. Coba deh, kamu lupain dia"
"Ndak mudah untuk aku lupain Diandra, Wan. Hubungan ku itu sudah 3 tahun"
"Iya, hubungan 3 tahun lalu kandas karena mementingkan sebuah nafsu!" Irwan dengan nada sedikit kesal.
"Nafsu opo maksud mu toh?"
"Iya, nafsu. Diandra itu memutuskan hubungan kalian demi laki-laki baru yang dia cintai, Bay!"
Tiba-tiba obrolan mereka berhenti sejenak. Bayu membayangkan rasa sakit yang telah ia rasakan karena dihianati oleh perempuan yang sangat dia sayangi.
KRIIIING!!!!
Tiba-tiba bel masuk sekolah berbunyi. Membuat pengunjung kantin keluar dan menuju kelas.
"Yowislah, aku kekelas dulu ya, Bay. Legowo!" Irwan seraya menepuk-nepuk punggung Bayu dan beranjak menuju kelasnya.
Bayu masih bingung. Dia berpikir, ada benarnya juga omongan Irwan itu. Tapi, apapun itu Bayu tetap sulit untuk move on dari Diandra, bahkan move up sekalipun.
Bayu mulai beranjak dari kursinya dan berjalan perlahan menuju kasir. Lalu membayar kopi susu pesanannya tadi.
Perlahan, dia meninggalkan kantin. Sosok Diandra yang ada dipikirannya itu sejenak menghilang.
Tetapi, kembali lagi. Terbayang lagi dalam pikirannya ketika dia melihat sebuah pintu kelas yang bertuliskan "XI IPA 6".
Dikelas itulah, Diandra ada. Kelas itu juga yang menjadi saksi saat Bayu menembak Diandra. Dan dikelas itu juga Diandra menyatakan 'putus' pada Bayu.
                                                ***
Bel sekolah berbunyi. Menandakan kegiatan belajar-mengajar berakhir.
Bayu menyusuri lorong sekolah dengan perlahan seraya memasang earphone ditelinganya yang dihubungkan dari handphone miliknya.
"Woy, Bay!" Irwan menghampiri Bayu.
"Kamu lagi" Sahut Bayu seraya mengecek volume musik dihandphone nya. "Kok ini ndak idup ya, Wan?"
"Apanya?" Tanya Irwan
"Ini, earphone ku."
"Kamu kurang neken kali masangnya" Irwan seraya membenarkan earphone yang dipakai Bayu.
"Oh..." Bayu mengangguk-anggukan kepala.
"Udah idup?"
"Udah, Wan. Thanks, ya"
"Eh, liat itu didepan!" Irwan menunjuk seseorang yang sedang duduk di kursi taman sekolah.
"Ada apa?" Bayu mengalihkan pandangannya ke sudut yang ditunjuk Irwan.
"Itu bukannya Diandra?"
"Kalo iya pun, apa pentingnya buatku?"
"Ya barangkali sampeyan pengen balikan lagi. Hahaha" Irwan tertawa terbahak-bahak.
"Ngga, Wan. Ngga akan" Jawab Bayu.
Obrolan mereka berhenti sejenak sampai akhirnya langkah mereka terhentikan.
"Bayu!" Suara seorang perempuan, dari arah belakang.
Bayu membalikan badannya untuk melihat siapa yang memanggilnya.
"A......" Bayu gugup.
Tiba-tiba masa lalu itu kembali lagi, datang lagi dipikiran Bayu. Bayu semakin sulit untuk melupakan kenangan itu. Bayu sudah tidak bisa mengelak perasaan dan pikirannya lagi. Apalagi, saat ini Diandra berada dihadapannya.
"Aku kangen kamu, Bay" Diandra seraya memeluk erat tubuh Bayu.
Tak ada yang bisa Bayu ucapkan. Ia hanya terdiam membiarkan Diandra memeluknya. Mencoba menahan serbuan adegan-adegan kenangan yang sejak tadi menyerang benaknya. Perlahan, Bayu melepaskan pelukan itu.
"Maaf ya, Bay"
"Maaf kenapa?"
"Aku nggak tahu lagi harus ke siapa. Yang terlintas dipikiran cuma kamu, kamu, dan kamu"
Irwan hanya terdiam tak bicara sepatah kata pun. Ibarat dia sedang menonton ftv. Sebetulnya, dia tahu pasti perasaan yang dialami Bayu. Tapi, dia membiarkan Bayu untuk berbicara langsung pada mantannya itu.
"Aku udah maafin kamu sejak lama," Ujar Bayu.
Diandra tersenyum lebar.
Bayu mengalihkan pandangannya ke sudut sekolah lainnya. Dia tidak bisa menahan perasaannya, antara sayang dan pedih. Semua itu bercampur dalam pikirannya.
"Aku masih sayang sama kamu."
"Diandra...." Bayu menghela nafas berat. "Mungkin lebih baik kita menjadi orang asing, yang nggak pernah kenal dan nggak pernah menyakiti."
"Kamu masih sayang Aku, Bayu. Aku yakin itu"
"3 tahun, Di. 3 tahun hubungan yang kita ukir. Itu bukan waktu yang singkat. Tapi semuanya kandas, karena kamu......" Bayu tak bisa meneruskan perkataannya.
"Karena aku jadian sama orang lain!" Diandra meneruskannya.
Bayu tak menjawab lagi. Dia membuang pandangannya dari tatapan Diandra. Sementara, Irwan hanya menepuk-nepuk punggung Bayu.
"Terus, kamu mau apa?" Tanya Bayu dengan mengalihkan kembali pandangannya ke Diandra.
"Aku mau....." Diandra menghela nafas. "Kita melanjutkan hubungan kita, Bay"
"Kamu telat, Di" Jawab Bayu, pelan.
"Telat? Kamu udah punya yang lain?"
"Belum...."
"Terus, telat kenapa?"
Bayu menatap tajam mata Diandra.
"Kamu telat! Aku sudah sangat sakit hati, Di."
Diandra hanya terdiam tak melanjutkan pembicaraan itu. Dia menatap Bayu dengan meneteskan air mata.
Bayu tahu betul, Diandra sering meneteskan air mata. Air mata sudah menjadi alat bagi Diandra. Itu bukan hal yang langka lagi. Bayu tidak akan tertipu lagi dengan air matanya.
"Maaf kan aku, Di. Aku ngga bisa melanjutkan hubungan kita. Aku... Aku harus fokus untuk cita-cita aku, menjadi fotografer"
"Aku ngerti kok. Kalau emang itu pilihan terbaik kamu. Aku nerimanya dengan ikhlas, Bay."
"Udah ya, kamu jangan nangis lagi. Malu" Bayu mencoba menenangkan Diandra.
"Wis, wis. Kalau kalian ngga mau balikan lagi. Lebih baik kalian menjadi teman. Jangan sampai kalian mejadi musuh." Irwan mendamaikan mereka.
"Sekali lagi maafin aku ya, Bay"
"Iya, maafin aku juga ya, Di"
Perasaan Bayu mulai tenang, begitu pula dengan pikirannya. Masa lalu yang dialami mereka memang sangat menyenangkan. Tetapi, berakhir dengan menyedihkan. Menyimpan luka dalam yang tak mudah untuk disembuhkan.
Bayu berharap, Diandra menjadi yang terbaik untuk orang lain yang akan mengisi ruang hatinya.
Sementara dirinya tidak akan mencari yang baru sebelum cita-citanya tercapai.
Bayu selalu menyimpan teguh prinsipnya setelah kejadian itu; lupakan, lupakan, dan sembuhkan!
 
Sumber: http://sobatebot.blogspot.com/2013/12/kenangan-di-jogja.html

Sang Juara "Pengirim Terbanyak"

Piala X MIA 6



SMAN 1 Telagasari - SPAM ( X MIA 6) di SMAN 1 Telagasari telah mendapatkan Juara 1 dengan kategori "Pengirim Terbanyak" di acara Jurnalistik SMANET.

Pemberian penghargaan pun berlangsung saat hari Senin, 17 Februari 2014 di kelas X MIA 6.  Serah - terima penghargaan tersebut dilaksanakan antara Ketua Jurnalistik SMAN 1 Telagasari dengan Ketua Kelas X MIA 6, Fatimah.

"Selamat atas terpilihnya X MIA 6 sebagai Juara 1 kategori Pengirim Terbanyak karya ke Mading Sekolah" Papar, Mutia Mila Nuroktavia saat diwawancarai oleh tim redaksi.

Karya-karya yang dikirimkan ke mading itu sendiri adalah cerita pendek karya salah satu siswa di X MIA 6, Febri Rohiman. Cerpen - cerpen itu sendiri berjudul: Perkenalan Pertama, Kenangan di Jogja, Kamu, dll. Selain itu juga, ada karya beruba album foto yang dipajang oleh Anita Nur Oktaviani dan Kiki Indriyani.

"Alhamdulillah, atas berkat Allah dan bantuan teman-teman semua. Piala ini untuk teman-teman semua kok" Ujar Febri Rohiman.

Harapan X MIA 6 kini adalah semoga menjadi kelas yang semakin dapat membangun kebersamaan dan solidaritas yang tinggi. Sehingga dapat membuahkan hasil dalam kerjasama di bidang-bidang lainnya.

Sri Wahyuni, Teman Asik Juga Soleha

Sri Wahyuni dan kawan-kawan

Sri Wahyuni lahir di Karawang 20 Mei 1998. Ia merupakan pelajar  di SMAN 1 Telagasari kelas X MIA 6.

Sebagian melakukan rutinitas keagamaan, seperti yasinan, marawis, diba’/ berjanji, dst. Kelompok pelajar seperti itu lebih banya ditemui di pesantran-pesantren dan di kampung-kampung. Sebagian lagi, kelompok muda Al- Hidayah mengadakan di Sekolah-Pesantren, Sekolah Umum. Sekalipun tergolong masih kecil jumlahnya.

Pernah juga menjadi ketua OSIS SMPN 2 TELAGASARI di Karawang serta terakhir menjadi Bendahara X MIA 6 SMAN 1 TELAGASARI.

Kini Sri Wahyuni menjadi sosok terbaik X MIA 6, menjabat sebagai bendahara X MIA 6. Menjadi siswa kelas X MIA 6 untuk terus berinovatif,berkreasi, dan berkarya serta menjujung tinggi Independesi menjadi tantangan khusus bagi beliau. Melihat banyak kepentingan-kepentingan dalam hal memanfaatkan media.

Hobinya baca-baca, selain itu ia juga senang melakukan kegiatan ke-Pramukaan.

"Terimakasih telah memilih saya sebagai teman terbaik. Sebetulnya, saya merasa tidak terlalu pantas menjadi teman favorit untuk minggu ini." Papar, Sri Wahyuni saat di wawancarai oleh tim redaksi.

Tugas Ulul 'Azmi


Muhammad SAW

ULUL ’AZMI
Dari 25 Rasul tersebut terdapat 5 Rasul yang mempunyai sifat Ulil ’Azmi diantara mereka ialah Rasulallah saw, nabi Ibrahim as, nabi Musa, nabi Isa as dan nabi Nuh as, seperti yang telah disebut diatas.  
Mereka  yang memiliki sifat Ulil ’Azim adalah Rasul-Rasul yang mempunyai keteguhan hati sangat mengagumkan, tabah luar biasa, sabar dan kesabarannya tidak terbatas, meskipum mereka mendapatkan berbagai macam celaan,hinaan, tantangan yang menyakitkan namun mereka tetap teguh, sabar, dan senantiasa bertwakal dalam menyampaikan ajarannya kepada manusia.
1- Nabi Muhammad
Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib dari keturunan Ismail bin Ibrahim. Diperkirakan hidup pada tahun 571M-632M dan diangkat menjadi nabi pada tahun 610M. Beliau ditugaskan berdakwah kepada seluruh manusia dan alam semesta. Tinggal di Mekkah dan Madinah. Wafat di Madinah. Meninggalkan 7 orang anak. Rasulallah saw namanya disebutkan hanya 5 kali di dalam Al-Quran.
Beliau mendapat julukan ulul ’azmi karena sejak kecil sampai dewasa, Rasulallah saw selalu mengalami masa-masa sulit. Pada usia 6 tahun dia sudah menjadi yatim piatu. Setelah dewasa ia harus membantu meringankan beban paman yang merawatnya sejak kecil. Tantangan terberat yang dihadapi adalah setelah diangkatnya menjadi seorang rasul. Penentangan bukan saja dari orang lain, tetapi juga dari Abu Lahab, pamannya sendiri. Rasulallah saw juga harus ikut menderita tatkala Bani Hasyim diboikot (diasingkan) di sebuah lembah dikarenakan dakwahnya. Dan masih banyak lagi kesabaran dan masa masa sulit yang dihadapi beliau dari mulai lahir sampai beliau wafat.
2- Nabi Ibrahim
Nabi Ibrahim bin Azar bin Nahur dari keturunan Sam bin Nuh. Beliau diperkirakan hidup tahun 1997-1822 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1900 SM. Beliau tinggal di Iraq. Beliau wafat di Al-Khalil, Hebron, Palestina. Nama beliau disebutkan sebanyak 69 kali dalam Al-Quran.
Nabi Ibrahim adalah nabi yang mendapat gelar ulil ’azmi karena kesabarannya yang tinggi. Dari mulai bayi nabi Ibrahim sudah diasingkan ke dalam gua disebabkan karena perintah Raja Namrudz untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru lahir. Setelah dewasa, ia harus berhadapan dengan raja dan masyarakat penyembah berhala termasuk kedua orang tuanya yang pembuat berhala. Bahkan ia harus menerima siksaan yang pedih, yaitu dibakar hidup-hidup dan diusir dari kampung halamannya. Sudah hampir seratus tahun usia dan pernikahannya dengan Sarah, ia belum dikaruniai anak hingga istrinya meminta ia menikahi seorang budak berkulit hitam bernama Hajar untuk dijadikan istri. Akhirnya Hajar dapat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ismail. Allah memerintahkan Ibrahim untuk melepas istri dan anaknya yang baru lahir dan sangat dicintainya itu ke tanah gersang di Makkah. Karena kesabaran dan kepatuhannya, perintah itu dilaksanakan. Namun, perintah lebih berat diterima Ibrahim, yaitu harus mengorbankan Ismail yang baru meningkat remaja. Hal ini pun beliau laksanakan, tapi Allah akhirnya menggantikannya dengan seekor domba. selain itu ujian nabi Ibrahim as yang lain adalah membangun Ka’bah, dan menghadapi Raja Namrudz yang zalim.
3-  Nabi Musa
Musa bin Imran dri keturunan Ya’qub bin Ishak. Diperkirakan hidup pada tahun 1527-1408 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1450 SM. Beliau ditugaskan berdakwah kepada Firaun Mesir dan Bani Israil di Mesir. Beliau wafat di Tanah Tih. Punya 2 anak.
Nabi Musa as adalah nabi yang paling banyak namanya disebutkan dalam al-Qur’an yaitu sebanyak 136 kali. Beliau termasuk nabi yang mendapat gelar ulul ’azmi karena kesabarannya yang tinggi dalam menghadapi dan berda’wah kepada Firaun. Selain itu, dia juga nabi yang sabar dalam memimpin kaumnya yang selalu membangkang. Ketika Musa as akan menerima wahyu di Bukit Sinai, pengikutnya yang dipimpin Samiri menyeleweng dengan menyembah berhala emas anak sapi. Harun as yang ditugasi mengganti tugas Musa as, tidak sanggup untuk menghalangi niat mereka, bahkan ia diancam hendak dibunuh. Dengan kesabaran nabi Musa yang hebat tapi beliau pernah tidak bersabar ketika berguru kepada nabi Khidir as .
4- Nabi Isa
Isa bin Maryam binti Imran dari keturunan Sulaiman bin Daud. Diperkirakan hidup pada tahun 1SM-32M dan diangkat menjadi nabi pada tahun 29M. Beliau ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestin. Beliau juga tidak wafat melainkan diangkat ke sisi Allah. Nabi Isa as Disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al-Quran.
Beliau adalah nabi yang mendapat julukan ulul ’azmi karena banyak memiliki kesabaran dan keteguhan dalam menyampaikan ajaran Allah. Terutama, ketika nabi Isa as sabar menerima cobaan sebagai seorang yang miskin, pengkhianatan muridnya, menghadapi fitnah, hendak diusir dan dibunuh oleh kaum Bani Israil. Kehidupan nabi Isa as menggambarkan kezuhudan dan ketaatan dalam beribadah.
5- Nabi Nuh
Nuh bin Lamik bin Mutuisyalkh dari keturunan Idris, lalu keturunan Nabi Syits bin Adam. Diperkirakan hidup pada tahun 3993-3043 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 3650 SM. Diperkirakan beliau tinggal di wilayah yang kini disebut sebagai Iraq. Para ahli sejarah banyak menyebutkan bahwa beliau wafat di Mekkah, dan memiliki 4 anak laki-laki. Nama Nuh disebutkan sebanyak 43 kali dalam Al-Qu’ran.
Nabi Nuh as mendapat julukan ulul ’azmi karena kesabarannya yang tinggi. Nuh as adalah rasul pertama yang diutus Allah untuk meluruskan akidah dan akhlak umat yang telah menyimpang jauh dari ajaran yang benar. Nabi Nuh as digelari sebagai ulul ’azmi karena kesabarannya dalam berdakwah dan mendapat hinaan dari kaumnya. Nabi Nuh tanpa menyerah terus menerus mendakwahi keluarga, kerabat dan masyarakat umum, untuk kembali ke jalan yang lurus. Usianya hampir 1000 tahun dan jumlah umat yang mengikutinya tidak lebih dari 200 orang. Bahkan istri dan anaknya yang bernama Kan’an tidak mempercayai ajaran yang dibawanya dan menjadi musuhnya. Atas kehendak Allah umat nabi Nuh as yang membangkang ditenggelamkan dengan tsunami yang dahsyat dan semuanya mati, kecuali nabi Nuh as dan pengikutnya yang beriman.

 
Support : SMAN 1 TELAGASARI | X MIA 6 | Admin
Copyright © 2014. SPAM SMANET - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger